Klik

Forkopimda Karawang : Tidak Ada Persekusi


KlikKarawang - Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana serta Ketua DPRD Karawang Toto Suripto menyatakan tidak ada aksi persekusi yang dialami nelayan Pasir Putih Cilamaya Kulon. 

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Karawang kompak mengklarifikasi aksi persekusi di wilayah Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang. 

Hal tersebut disampaikan setelah Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menyebutkan kalau persekusi telah dialami Najib, nelayan Pasir Putih Karawang dalam debat perdana calon presiden Kamis (17/1/2019) malam.

Menurut kapolres, pengertian persekusi ialah pemaksaan kehendak kepada seseorang. Slamet juga membantah Najib mengalami kriminalisasi. Sebab proses hukum dilakukan secara transparan.

Ia menjelaskan, ada fakta-fakta hukum yang berkaitan dengan Najib, yakni dua perkara yang dilaporkan ke Polsek Cilamaya dan Polres Karawang.
  
Pertama, kata dia, kasus yang dilaporkan ke Polsek Cilamaya ialah penganiayaan dengan Najib sebagai pelapor sekaligus korban. Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan, polisi menetapkan SH sebagai tersangka. SH merupakan salah satu anggota kelompok masyarakat (pokmas) yang bergerak di bidang lingkungan.

Kasus itu hingga kini masih dalam proses dan akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Karawang. 

Kemudian yang kedua, 
telah dilaporkan ke Polres Karawang oleh Wawan Setiawan, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Karawang. Najib dilaporkan atas dugaan penambangan pasir tanpa izin dan penebangan pohon mangrove dan penambangan pasir. Kasus ini dilaporkan pada Oktober 2018.

"Dalam penyelidikan tersebut, kami sudah melakukan interogasi dan pengumpulan keterangan dari saksi-saksi," katanya.

Pihaknya, kata dia, juga telah dua kali melayangkan undangan klarifikasi kepada Najib. Hanya saja, Najib tidak memenuhi pemanggilan tersebut tanpa keterangan yang jelas.

"Saya tegaskan kalau kabar yang menyebutkan aksi persekusi terhadap nelayan Pantai Pasir Putih, Cilamaya Kulon itu tidak benar," kata kapolres.

Sementara Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menyebutkan, setelah 
debat perdana calon presiden yang disiarkan langsung di sejumlah televisi swasta, muncul opini kalau telah terjadi persekusi terhadap nelayan di wilayah Cilamaya Kulon Karawang. 

"Opini itu terus berkembang, jadi kami berhak menyampaikan klarifikasi dan untuk menjelaskan yang sebenarnya, agar ada keseimbangan opini," kata dia. 

Sebelumnya, dalam debat perdana calon presiden , Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menceritakan kisah Najib yang berasal dari Pantai Pasir Putih Cilamaya Kulon, Karawang sebagai contoh diskriminasi hukum saat debat perdana calon presiden.

"Ada kisah Pak Najib, seorang nelayan di pantai pasir putih di Cilamaya, Karawang, beliau mengambil pasir untuk menanam manggrove di hutan bakau, beliau dipersekusi, dikriminalisasi," kata Sandiaga katanya dalam Debat Capres yang digelar KPU di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Kamis malam (17/1/2019).

Sandiaga menyampaikan hal itu saat menjawab pertanyaan terkait hak asasi manusia. Dalam sesi tersebut, kedua pasangan calon ditanyakan strategi mengatasi adanya diskriminasi dan persekusi.

Tidak ada komentar