Klik

Wakil Bupati Karawang Ungkap Penyebab Masih Banyak Sekolah Rusak


KlikKarawang -  Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari mengungkap salah satu penyebab masih banyaknya bangunan sekolah yang rusak. Dirinya mengaku prihatin atas hal tersebut karena tidak dialokasikannya anggaran perbaikan sekolah pada tahun 2017. 

"Pada tahun 2017, anggaran perbaikan sekolah rusak hanya mengandalkan bantuan pemerintah pusat dan provinsi. Dalam APBD tidak dialokasikan," katanya, Rabu (5/9/2018). 

Dikatakannya,  pada saat itu ketika  tidak ada anggaran perbaikan sekolah pada tahun itu, para pejabat dan anggota legislatif tidak mengurangi anggaran kunjungan kerja ke luar daerah. 

"Itu jelas memprihatinkan. Seharusnya, setiap tahun ada alokasi anggaran untuk perbaikan sekolah," kata dia. 

Setelah didesak pada akhir tahun 2017 lalu, katanya, maka tahun ini teralokasikan anggaran perbaikan sekolah rusak di Karawang yang mencapai puluhan miliar. 

"Untuk siswa yang dikabarkan belajar lesehan di kelas karena tidak ada meja dan kursi, sebetulnya itu sudah terselesaikan dengan bantuan KIIC. Tapi bantuan itu tidak ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan," kata dia. 

Selama beberapa pekan terakhir, kondisi sekolah yang rusak di berbagai daerah sekitar Karawang bermunculan di media sosial facebook. 

Bahkan sebelumnya dikabarkan, pelajar di sejumlah siswa harus mengikuti kegiatan belajar-mengajar dengan cara lesehan di kelas. Kondisi itu akibat minimnya sarana dan prasarana di sekolah tersebut. 

Dari data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Karawang yang disampaikan Maret 2018, terdapat 703 ruang kelas yang rusak berat dan 575 unit ruang kelas yang rusak ringan, tersebar di Karawang.

Tidak ada komentar