KlikKarawang -Peta persaingan menuju Konferensi PWI Provinsi Jawa Barat mulai terlihat. Ketua Dewan Kehormatan PWI Jawa Barat, Drs. Oland PH Sibarani, resmi mengembalikan berkas pencalonannya sebagai bakal calon Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Jawa Barat, Kamis 30 Juli 2026 sore.
Berkas pendaftaran beserta seluruh dokumen persyaratan diserahkan sekitar pukul 16.00 WIB di Sekretariat PWI Provinsi Jawa Barat dan diterima langsung oleh Plt. Ketua PWI Jawa Barat, Ahmad Syukri, didampingi jajaran Sekretariat Panitia Konferensi.
Oland sebelumnya mengambil formulir pendaftaran pada Senin 27 Julu 2026. Saat mengembalikan berkas, ia juga menyerahkan 105 surat dukungan dari anggota PWI Jawa Barat, jauh melampaui batas minimal dukungan yang dipersyaratkan panitia.
"Besok masih ada tambahan dukungan lagi. Nanti akan saya serahkan kepada panitia," ujar Oland usai menyerahkan berkas.
Plt. Ketua PWI Jawa Barat, Ahmad Syukrie, menyampaikan bahwa hingga Kamis 30 Juli 2026, telah ada dua bakal calon Ketua PWI Jawa Barat dan satu bakal calon Ketua Dewan Kehormatan yang mengambil formulir pendaftaran. Namun, baru Oland yang telah mengembalikan berkas pencalonannya secara lengkap.
"Baru bakal calon Ketua Dewan Kehormatan yang mengembalikan berkas," katanya.
Ia menjelaskan, masa pengambilan formulir akan ditutup pada Jumat 31 Julu 2026 pukul 17.00 WIB. Selanjutnya, panitia akan melakukan verifikasi administrasi dan dukungan pada 1–2 Agustus 2026.
Menurut Ahmad Syukri, sesuai kesepakatan panitia, setiap bakal calon wajib mengantongi dukungan tertulis minimal 10 persen dari jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang telah ditetapkan.
"Kalau DPS sekitar 600 lebih, berarti syarat minimal dukungan sekitar 60-an anggota," jelasnya.
Usung Integritas, Etika, dan Persatuan
Dalam pencalonannya, Oland mengusung manifesto bertema "Menegakkan Etika, Menjaga Marwah, Memperkuat Persatuan."
Ia menegaskan, Dewan Kehormatan harus menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas organisasi, menegakkan Kode Etik Jurnalistik, sekaligus memastikan setiap proses penyelesaian persoalan etik dilakukan secara adil, objektif, dan independen.
Melalui visi "Terwujudnya Dewan Kehormatan PWI Provinsi Jawa Barat yang berintegritas, independen, profesional, berkeadilan, dan berwibawa dalam menegakkan Kode Etik Jurnalistik, menjaga marwah organisasi, serta memperkuat persatuan anggota," Oland bertekad membangun Dewan Kehormatan yang tidak hanya tegas dalam penegakan aturan, tetapi juga mengedepankan pembinaan dan edukasi bagi anggota.
Enam misi yang diusungnya meliputi penegakan Kode Etik Jurnalistik secara objektif, penyelesaian perkara etik secara cepat dan bijaksana, penguatan marwah organisasi, peningkatan solidaritas anggota melalui musyawarah, serta mewujudkan tata kelola Dewan Kehormatan yang profesional, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan dunia jurnalistik di era digital.
Dalam pernyataan komitmennya, Oland menegaskan bahwa Dewan Kehormatan tidak boleh menjadi alat kepentingan pihak mana pun.
"Saya berkomitmen menjalankan amanah dengan menjunjung tinggi integritas, independensi, dan keberanian moral. Dewan Kehormatan harus menjadi teladan dalam penegakan etika, bukan alat kepentingan siapa pun. Setiap keputusan akan diambil secara objektif berdasarkan fakta, Kode Etik Jurnalistik, serta Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga PWI," tegasnya.
Oland meyakini kekuatan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya anggota, tetapi juga dari kokohnya integritas, tegaknya etika, dan terpeliharanya persatuan.
Karena itu, ia mengajak seluruh anggota PWI Jawa Barat untuk bersama-sama menjaga kehormatan organisasi dan menjadikan Dewan Kehormatan sebagai rumah keadilan yang dipercaya, dihormati, dan menjadi kebanggaan seluruh anggota PWI.
Jika ditujukan untuk portal berita, naskah ini sudah disusun dengan pola straight news yang dipadukan dengan unsur feature ringan, sehingga lebih menarik dibaca namun tetap menjaga kaidah jurnalistik.(Rls)
