Aktivitas Belajar Mengajar Terganggu Akibat Sungai Cilamaya Bau

Aktivitas Belajar Mengajar Terganggu Akibat Sungai Cilamaya Bau

Minggu, 22 Juli 2018

KlikKarawang - Kondisi sungai Cilamaya hitam pekat dan menimbulkan bau menyengat telah mengganggu aktivitas warga yang ada di sekitar aliran sungai tersebut. Bahkan kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri Situdam 1, di Desa Situdam Kecamatan Jatisari, Karawang terganggu dengan kondisi sungai yang diduga tercemar oleh limbah berbahaya B3 dari industri. 

"Baunya menyengat enggak hilang-hilang. Waktu pelajaran di kelas,  Baunya tidak enak. Kalau tidak ditutup hidung baunya tidak tahan. Sekelas merasakan semua baunya itu tidak enak dari luar jendela kelas," kata salah seorang SD Negeri Situdam 1, Nurbaeti. Sabtu (21/7/2018).  

Dalam kegiatan belajar siswa di sekolah tersebut terpaksa harus menutup hidung dengan tangan atau dengan menggunakan kerah baju mereka lantaran bau menyengat yang semakin parah dalam kurun waktu dua pekan terakhir.

Menurut Nurbaeti, bau tak sedap itu memang berasal Sungai Cilamaya yang jaraknya hanya 10 meter dari sekolah. Setiap pagi masuk sekolah bau tersebut sangat menganggu proses belajar mengajar siswa dan guru.

"Proses belajar mengajar siswa sangat terganggu dengan bau yang tercium karena jarak sekolah dengan sungai Cilamaya cukup dekat," kata Nurbaeti.

Hal itu diduga sebagai dampak pembuangan limbah indutri di bagian hulu sungai Cilamaya, sehingga menimbulkan bau yang menyengat. Kondisi itu juga dikhawatirkan para guru akan berdampak pada kesehatan para pelajar seperti gangguan pernapasan dan sebagian di antaranya sudah terserang dengan gejala flu dan batuk.

"Sebagian siswa yang kondisinya lemah terancam ISPA dan batuk," katanya.

Pihak sekolah berharap ada bantuan masker untuk seluruh siswa dan guru guna meminimalisir bau tak sedap yang dihirup saat belajar mengajar.

"Pihak Sekolah mohon bantuan masker untuk semua siswa-siswi yang jumlahnya 268 siswa sehingga bisa meminimalisir dampak bau tak sedap dari sungai Cilamaya yang tercemar. Sekali lagi kami mohon," pinta Nurbaeti. (nan)